Pernah kau menyadari
kawan?
Ketika mereka
mengejar, merangkul
Dalam lelah,
dalam kertidaksiapanmu
Adakah hal yang
kamu pikirkan kawan?
Ketika mereka
harus pergi dan pergi
Tanpa bisa kau
sentuh, tanpa bisa kau jamah kembali
Dan terduduk
dalam pangkuan hangat
Amat hangat,
sesak juga bersesalan
Seolah tak ada perhatian dari apa yang kau hadapkan
darinya
Apakah kamu
merasa kawan?
Mereka tak
pernah marah, sedih
Walau kau malas
berhadapan dengan mereka
Harus melempar
mereka dengan kasar
Sampai kulit
mereka yang sobek terus sobek
Kawan, pernahkah
kau sadar?
Mereka amat
membutuhkanmu
Dan juga kamu
Tiap detik yang
ada dan kau rasakan
Juga dirasakan
oleh mereka
Air mata yang
ada padamu juga ada pada mereka
Begitu
seterusnya
Kawan, bahwa antara
kau dan mereka
Membawa cerita
berbeda iap coretan, sobekan
Kenanglah mereka
selagi kau dapat
Karena mereka
menunggumu
Mereka suara
setumpuk buku di bangku sekolah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar